Jasa Konsultasi Pengembangan Bisnis Aren

Saat ini harga aren sedang menarik dan dikenal sebagai komoditas cash money. Terkait itu kami dari Aren Indonesia menyediakan layanan sesuai kebutuhan berupa

  1. Rekomendasi dan masterplan pengembangan bisnis aren
  2. Pelatihan terkait budidaya, pengolahan dan trading
  3. Fasilitasi pembangunan kebun
  4. Fasilitasi pengembangan usaha aren
  5. Fasilitasi kemitraan trading atau penjualan

Untuk informasi terkait layanan ini dapat menghubungi nomor WA 0823-2530-2436 (Asih/Marketing), 0895-3848-28622 (Tia) & +62 857-1385-0615 (Amanda)

Aren Genjah: Cepat Produksi, Hasil Nilai Tinggi

 

Varietas aren genjah memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya sudah memproduksi nira di umur 4 tahun, dengan hasil nira hingga 15 liter/ha. Dengan tinggi tanaman maksimal 5-7 meter.

Konon per tanaman bisa menghasilkan produksi nira sampai 6000 liter dengan rendemen 13 % dengan masa produski nira hingga 68,3 hari.

Menariknya aren genjah ini dapat tumbuh dengan minim perawatan dan dapat dikembangkan Lahan kering iklim basah, dan air tanah dangkal. Dengan curah hujan 1000 -1500 mm per tahun dengan bulan kering < 6 bulan kering.

Bagi yang ingin memesan bahan tanaman bersertifikat bisa mengunjungi Pasar Benih Perkebunan.

Aren Simulen, Produksi Nira 40 Liter/Hari

Keunggulan aren smulen bisa menghasilkan air nira sekitar 15-30 liter per hari. Semulen ST 1 berproduksi di tahun ke-6 sampai 7. Tinggi pohon sekitar 10 meter. Aren ini menyukai Lahan kering iklim basah, air tanah dangkal dan ketinggian >500 m dpl.

Sementara itu rendemen bisa mencapai 15 persen. Sehingga memiliki keunggulan untuk dijadikan gula merah.

Aren simulen tumbuh pada ketinggian 0-1.500 meter di atas permukaan laut. Namun wilayah idealnya adalah pada ketinggian di atas 500 dpl.

Aren Simulen dapat dibudidayakan sebagai tanaman sela dan reboisasi untuk konservasi lahan.

Berkebun Aren Bikin Kaya?

 Ternyata ada yang beranggapan bahwa bisnis aren tidak menarik, karena waktunya yang lama sampai dengan menghasilkan. Namun dengan pendekatan yang tepat komoditas ini ternyata benar-benar bersifat cash money.

Dalam 1 ha perkebunan aren membutuhkan 420 batang dengan jarak tanam 4 x 6 m. Dengan asumsi kita memiliki 3 ha maka kita akan memiliki tanaman 1000 batang (untuk memudahkan perhitungan). Jika Anda menggunakan varietas Simulen maka perlu waktu 7 tahun dengan umur produktif selama 20 tahun, sementara varietas aren genjah perlu waktu 5 tahun untuk bisa dideres, dengan masa produktif hingga 18 tahun.

Sebelum aren panen maka pekebun bisa menanam beberapa tanaman seperti pisang, pepaya, rumput gajah atau juga kopi namun dengan konsekuensi populasi aren akan berkurang. Sekitar 100 batang per ha.

Misalnya kita menaman pisang ambon dengan populasi 300 batang/ha yang dalam 10 – 11 bulan sudah menghasilkan. Biasanya 1 kg pisang dihargai sampai dengan Rp. 2.500/kg. Sementara per tandan bisa mencapai 30 kg maka diperoleh pendapatan 75.000 ribu/batang. Maka untuk 3 ha dengan populasi 900 batang maka diperoleh pendapatan Rp. 67.500.000,-. Ini bisa menjadi alternative sebelum aren menghasilkan.

Lalu saat aren menghasilkan maka per pokok bisa mendapatkan hasil nira aren rata-rata 15 – 16 liter per pokok. Atau setara dengan 2 kg gula aren. Walaupun populasi sebanyak 420 per ha atau setara 1000 ha  namun yang panen biasanya 50 % dan bergantian. Maka total produksi 1000 kg dengan harga Rp. 15 ribu diperoleh pendapatan Rp. 15 juta per hari, per bulan Rp. 450 juta, dengan pendapatan per tahun Rp. 5,4 M. Pendapatan akan lebih besar jika memiliki akses pasar. Di tingkat pembeli akhir harga gula merah bisa mencapai Rp. 20.000,- 24.000/kg. Sementara gula semut bisa mencapai Rp. 40.000,-/kg.

Jadi berdasarkan perhitungan tersebut terbukti aren sebagai tanaman penghasilan cash.

Menggabungkan 3 Komoditas (Kopi, Aren, Vanili) Penghasil Cuan dalam 1 Kebun

Terdapat 3 komoditas perkebunan yang harganya relatif menarik yakni kopi, aren dan vanili. Harga kopi arabika saat ini sudah mencapai Rp. 90.000/kg sementara robusta mencapai Rp. 40.000/kg. Untuk aren per kg nya  Rp. 30.000/kg dan vanili sekitar Rp. 1.000.000/kg. Bayangkan jika Anda memiliki ketiga komoditas tersebut dalam 1 kebun.

Untuk kebun seluas 1 ha di ketinggian di atas 700 dpl, Anda bisa menanam kopi robutas atau arabika yang Anda tanam dengan kerapatan 1.100 batang, sementara aren bisa menjadi tanaman penaung dengan optimal penanaman 100 batang per ha. Sementara untuk vanili bisa ditanam dengan tajar hidup gamal atau kelor yang juga berfungsi sebagai penaung dengan populasi optimal mencapai 250 batang.

Dengan pendekatan seperti ini maka pekebun memiliki beberapa sumber pendapatan. Pada tahun ke kedua pekebun sudah menikmati hasil dari vanili, lalu pada tahun ketigakopi sudah menghasilkan. Sementara aren akan mulai panen di tahun keenam.

Dengan asumsi produksi kopi 1 ton saja maka sudah diperoleh pendapatan Rp. 80 juta, dengan vanili sebanyak 100 batang maka akan diperoleh vanili kering 40 kg dengan potensi penghasilan Rp. 40 juta. Sementara dari aren dapat dihasilan 20 kg kering  per hari atau setara Rp. 600.000 selama sebulan berarti Rp. 18 juta lalu selama setahun sekitar Rp. 216 juta. Jadi dalam setahun pekebun bisa mendapatkan pendapatan kotor sebesar Rp. 276 juta. Tentu hasil yang menarik.

Pelatihan & Workshop Pengembangan Aren

Bagi Anda yang ingin mengembangan perkebunan aren dan meraih keuntungan, kami menyediakan layanan pelatihan sebagai berikut: 

  1. Belajar mandiri, mendapatkan akses file-file presentasi dan video pelatihan terkait budidaya aren. Biaya Rp. 350.000,-/orang;
  2. Touring, mengunjungi kawasan sentra pengembangan durasi kunjungai maksimal 3 jam, jumlah pengunjung maks 2 orang. Biaya Rp. 2.500.000,-;
  3. Pelatihan individu, pelatihan di lokasi terkait budidaya hingga pengolahan (perbenihan, penanaman, pemeliharaan dan pasca panen) pagi sd sore, jumlah peserta maksimal 1-3 orang (sudah termasuk konsumsi, sertifikat dan free konsultasi). Biaya Rp. 4.500.000,-/paket;
  4. Pelatihan grup, pelatihan di lokasi terkait budidaya hingga pengolahan (perbenihan, penanaman, pemeliharaan dan penanganan pasca panen), dari 09.00 sd 16.00, jumlah peserta maksimal 5 - 10 orang (sudah termasuk konsumsi, sertifikat dan free konsultasi). Biaya Rp. 7.500.000,-/paket;
  5. Inhouse training, pelatihan di lokasi peserta, terkait budidaya hingga pengolahan (perbenihan, penanaman, pemeliharaan dan pasca panen), pagi - sore, jumlah peserta maksimal 30 orang. Biaya Rp. 8.000.000,-/hari (biaya narsum dan pendamping, di luar konsumsi, akomodasi);
  6. Pelatihan Online, pelatihan di online terkait budidaya hingga pengolahan (perbenihan, penanaman, pemeliharaan dan pasca panen), dari 10.00 sd 15.00 (total 4 jam) jumlah peserta maksimal 30 orang. Biaya Rp. 2.500.000,-/paket;

Untuk registrasi pelatihan dapat dilakukan menyampaikan informasi melalui whatsapp berupa Nama, alamat, profesi, paket layanan, tujuan mengikuti pelatihan, jumlah peserta

Untuk pendaftaran dan konfirmasi pembayaran dapat disampaikan melalui no  WA 0823-2530-2436 (Asih), 0838-5855-499(Amanda).

 

Tentang Kami

 

Aren Indonesia adalah lembaga konsultan yang fokus untuk pada pengembangan kakao mulai dari pengembangan perbenihan, on farm, pasca panen dan pengolahan, serta ekspor. Adapun layanan yang kami sediakan mulai dari pelatihan, survey kesesuian lahan, analisis kelayakan usaha, penyusunan rekomendasi pengambangan, pelatihan budidaya dan pengolahan, fasilitasi perizinan dan pengembangan usaha pengolahan.

Dalam penyediaan layanan dimaksud kami didukung para praktisi aren yang berkompeten dan berpengalaman. Aren Indonesia merupakan sub layanan dari Terang Bulan Consulting yang memiliki core di bidang perkebunan. Bagi yang membutuhkan layanan kami bisa menghubungi 081278128084 (Admin)